KBRN, Berau: Pemerintah Kabupaten Berau melalu Dinas Kesehatan, terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat melalui sinergi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan dalam Pertemuan dan Advokasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu yang melibatkan Puskesmas, Camat, TP-PKK, serta mitra terkait dalam pengelolaan Posyandu pada Transformasi Layanan Primer.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor untuk Optimalisasi Pengelolaan Posyandu dalam Transformasi Layanan Primer” ini digelar pada Senin (15/12/2025) di Ballroom Hotel SM Tower, dan diikuti oleh 60 peserta dari unsur kecamatan, TP-PKK, serta lima Puskesmas wilayah perkotaan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Syahrir A. Pasinringi, dari Universitas Hasanuddin Makassar, yang memaparkan pentingnya transformasi layanan primer serta peran strategis Posyandu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang diwakili oleh Asisten I Setda Berau, Muhammad Hentratno. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I, ditegaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas dan Indonesia Emas.
“Posyandu adalah fondasi layanan kesehatan masyarakat. Dari Posyandu inilah upaya peningkatan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pembentukan generasi yang sehat dan berkualitas dimulai,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi layanan primer menuntut penguatan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TP-PKK, hingga masyarakat. Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan keluarga.
“Transformasi layanan primer bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, tata kelola, dan integrasi layanan. Semua pihak harus bergerak bersama agar Posyandu dapat memberikan layanan yang optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam pengelolaan Posyandu, mampu merumuskan solusi atas berbagai tantangan di lapangan, serta memperkuat sinergi lintas sektor demi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (DiskominfoBerau/IKP-AF)