OJK: Kinerja Keuangan Kalimantan Solid, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Resilien

RRI.CO.ID, Samarinda - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Kalimantan terus menunjukkan kinerja yang solid dan resilien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah hingga triwulan III tahun 2025. Hal ini tecermin dari peningkatan total aset, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit perbankan yang terjaga stabil dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, menyampaikan bahwa kinerja positif sektor jasa keuangan ini berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang tercatat sebesar 4,70 persen (year on year/yoy). Dengan nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp478,40 triliun, dukungan pembiayaan yang berkelanjutan terbukti mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor unggulan daerah.

"Sektor jasa keuangan di Kalimantan terus menunjukkan kinerja yang solid dan resilien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Parjiman dalam keterangan resmi. Kamis, (15/1/2026). Ia menambahkan bahwa terjaganya fungsi intermediasi ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi wilayah Kalimantan ke depan.

Berdasarkan data posisi November 2025, total aset Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Kalimantan mencapai Rp133,69 triliun, atau tumbuh sebesar 4,64 persen (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp102,46 triliun (meningkat 5,83 persen yoy) dan penyaluran kredit yang mencapai Rp62,81 triliun (meningkat 3,22 persen yoy). Likuiditas perbankan daerah juga tetap terjaga dengan rasio

Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Current Account Saving Account (CASA) berada di rentang 60 hingga 80 persen.

Menurut dia, Selain sektor perbankan, pertumbuhan signifikan juga terjadi di sektor Pasar Modal. Nilai transaksi saham di Kalimantan melonjak hingga Rp19,81 triliun pada November 2025, naik 48,55 persen dibandingkan posisi September 2025. Sejalan dengan itu, nilai penjualan reksadana meningkat 8,08 persen menjadi Rp1,97 triliun. Provinsi Kalimantan Timur tercatat sebagai penyumbang jumlah investor terbesar untuk instrumen saham maupun reksadana di wilayah ini.

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), tren positif juga tecermin pada pertumbuhan aset dan investasi perusahaan penjaminan, dana pensiun, hingga perusahaan pembiayaan. Selain itu, penetrasi lembaga jasa keuangan berbasis teknologi (

P2P Lending) terus meningkat, baik dari sisi nominal pinjaman maupun jumlah penerima manfaat.

"OJK se-Kalimantan juga terus memperkuat aspek pelindungan konsumen dan literasi keuangan. Melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), telah dilaksanakan 410 kegiatan edukasi di 56 kota/kabupaten dengan total peserta mencapai 90.299 orang. Di sisi inklusi, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,26 triliun dari 3,26 juta rekening pelajar di seluruh Kalimantan," ujar Parjiman yang juga Koordinator OJK Kalimantan.

Upaya pelindungan masyarakat juga dioptimalkan melalui layanan konsumen dan penegakan hukum. OJK mencatat telah memberikan 44.149 layanan

OJK Checking sepanjang tahun 2025. Melalui Satgas PASTI, OJK juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan usaha tanpa izin demi menurunkan angka kerugian masyarakat akibat kejahatan di sektor keuangan.

Peningkatan Literasi Keuangan Ojk Se- Kalimantan ( Foto: RRI/ OJK).

Rekomendasi Berita