KONI ACEH: Atur Strategi Kepada Atlet Pelajar Aceh
- by Jeffri Agusrianto
- Editor Mahfud Taheer
- 14 Nov 2025
- Sabang
KBRN, Sabang : Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII telah sukses diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 1 hingga 10 November 2025. Acara dua tahunan ini adalah ajang olahraga terbesar khusus untuk para pelajar dari seluruh Indonesia. Jakarta menjadi tempat berkumpulnya para atlet-atlet muda berbakat dari 38 provinsi. Ajang ini untuk menemukan calon-calon atlet masa depan Indonesia yang diharapkan bisa berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional.
Selain fisik, POPNAS juga melatih mental, semangat persatuan, sportivitas, dan kedisiplinan para pelajar serta mempererat Persatuan, Membawa pelajar dari berbagai daerah untuk berkompetisi secara sehat dan menjalin tali persaudaraan. Ada 23 cabang olahraga, mulai dari yang populer seperti Sepak Bola, Bola Basket, dan Bulutangkis, hingga cabang lain seperti Angkat Besi, Panahan, Dayung, dan Wushu. Para atlet muda ini telah berjuang keras, menunjukkan kemampuan terbaik, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Meskipun ada yang meraih emas, perak, atau perunggu, bahkan yang belum mendapat medali, mereka semua adalah juara sejati karena telah berani bersaing dan berjuang membawa nama baik daerahnya.
Wakil Ketua II KONI Aceh Drs. Bahtiar, S.Pd, saat berdialog di pro 1 RRI Banda Aceh pada Jum’at (14/11/2025) ia menanggapi capaian prestasi kepada kontingan Pelajar Aceh pada event POPNAS XVII tahun 2025 yang meraih 1 Medali Emas, 5 perak dan 8 Perunggu adalah kerja keras para atlet yang maksimal, dan juga terdapat faktor – faktor yang tidak memihak, Salah satunua sikap wasit.
KONI Aceh, dalam hal ini terus memberikan masukan dan saran kepada Dispora Aceh.
“Dalam mencari atlet yang berprestasi itu tentu banyak memakan waktu yang cukup Panjang, mulai dari usia dini," terang bahtiar .
Dia menambahkan dulunya di Dispora memiliki Program Pembinaan Atlet Usia dini, start dimulai dari pelajar SLTP dan SLTA dan melaksanakan event kejuaran seperti POPDA . Dia mengharapkan agar Dispora langsung mengikutsertakan pata atlet dalam Pelatda, dengan model Sentralisasi dan Desentralisasi.
Mempersiapkan Atlet untuk Tim Nasional sangatlah berat, dan tidaklah cukup dengan 50 hari latihan wajar jika kontingen Aceh diPOPNAS tahun ini hanya memperoleh 1 Medali emas. Kedepannya KONI Aceh akan mengatur Strategi dengan mengutamakan Atlet Kecabangan Invidu di karenakan situasi ekonomi atau anggaran yang sangat terbatas, “ tambahnya.
Untuk itu kata dia mulai dari sekarang sudah dapat menyusun pola strategi, dengan merekrut atlet invidu, seperti Atletik 4 orang, karate 4 orang, jadi ada atlet yang individu diambil mengikuti Pelatda atau sentralisasi, sambil mereka bersekolah di SMA 9 Banda Aceh.