Serundeng 3 Dare Olah Kelapa Lokal Sejahterakan Petani

KBRN, Pontianak: Melimpahnya produksi kelapa di Kalimantan Barat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Salah satunya melalui usaha Serundeng 3 Dare Tradisional Pontianak, yang mengolah kelapa menjadi serundeng kering dengan berbagai varian rasa dan telah menembus pasar nasional hingga internasional.


Usaha ini dikelola oleh Hasya Dini Alamsyah Puteri, yang melihat potensi besar kelapa lokal belum diimbangi dengan kesejahteraan petani. Melalui inovasi produk, kelapa diolah menjadi serundeng kering dengan tekstur lebih renyah dan tidak berminyak, berbeda dari serundeng pada umumnya.

“Alasan kami memilih serundeng karena Kalimantan Barat punya potensi besar kelapa, tetapi kesejahteraan petani lokal masih relatif rendah. Kami terdorong meningkatkan nilai tambahnya melalui inovasi produk,” ujar Hasya saat diwawancarai oleh tim RRI belum ini.

Serundeng 3 Dare diproduksi melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pemilihan kelapa matang, pemarutan, pencampuran bumbu, hingga proses sangrai kering sebelum dikemas. Produk ini dipasarkan dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kemasan, dengan varian rasa seperti

sweet spicy dan kaffir lime.

Hasya menjelaskan, keunggulan utama produknya terletak pada tekstur serundeng yang benar-benar kering dan renyah. “Serundeng kami tidak basah dan tidak berminyak, sehingga lebih crunchy dan cocok dijadikan taburan nasi atau pendamping berbagai makanan,” kata Hasya sambil menunjukan produknya.

Ke depan, Serundeng 3 Dare menargetkan perluasan pasar dengan tetap menjaga kualitas produk. Ketersediaan bahan baku kelapa yang melimpah menjadi peluang sekaligus tantangan dalam menjaga konsistensi produksi. Melalui penguatan kualitas dan promosi, UMKM ini diharapkan terus berkembang serta memberi dampak ekonomi bagi petani kelapa lokal di Kalimantan Barat.


Baca juga:

Kue Sagu Bakar Pontianak, Kuliner Tradisional Tetap Bertahan

Rekomendasi Berita