Malam Tapai Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Lokal

RRI.CO.ID, Palembang - Malam Tapai menjadi ruang pertemuan tradisi, seni, dan kebersamaan masyarakat Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kegiatan ini diangkat dari unggahan resmi Dinas Kominfo OKI.



Tradisi tersebut tak hanya menampilkan tapai sebagai kuliner khas. Tapai menjadi simbol syukur, persatuan, dan identitas budaya masyarakat Kayuagung.

Berbagai pertunjukan budaya mewarnai Malam Tapai, termasuk tarian adat dan busana tradisional. Agenda ini menegaskan bahwa budaya lokal terus hidup dan berkembang.

Kegiatan tersebut turut menggandeng pelaku UMKM dari berbagai sektor. Kehadiran mereka memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.

Sejak 1980-an, Malam Tapai dikenal sebagai pasar malam khas di tepian Sungai Komering. Awalnya digelar para pedagang sebelum berdagang di Kalangan Kayuagung.

Kini tradisi itu dihidupkan kembali dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar budayanya. Generasi muda pun mulai tertarik terlibat dalam kegiatan ini.

Ciri khas Malam Tapai adalah penjualan tapai dan kuliner tempo dulu. Produk tersebut diolah langsung dari hasil bumi lokal masyarakat Kayuagung.

Selain makanan tradisional, pengunjung juga menemukan aneka kerajinan khas daerah. Aktivitas ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya daerah.

Sajian seni seperti lagu daerah dan teater rakyat turut dipentaskan. Tarian cang incang yang sarat nilai filosofis menjadi daya tarik tersendiri.

Seniman lokal Papa Atok menyebut Malam Tapai digelar dua kali, yakni Agustus dan November 2025. Ia menyambut antusiasme tinggi dari pelaku UMKM dan pengunjung.

“Ratusan pelaku UMKM membuka stan makanan dan produk khas OKI. Stan terlihat ramai diserbu pembeli,” ujarnya kepada RRI, Sabtu 17 Januari 2025.

Eva, warga Kayuagung yang juga pelaku UMKM, menyambut baik acara ini digelar rutin. Ia menilai kegiatan tersebut mengangkat ekonomi rakyat dan pariwisata lokal.

“Malam Tapai mendorong pariwisata dan menghidupkan budaya daerah. Masyarakat jadi lebih bersatu dan bangga,” tuturnya.

Pemerintah daerah diharapkan menjadikan Malam Tapai sebagai agenda budaya tahunan. Kegiatan ini terbukti berdampak positif terhadap ekonomi dan identitas lokal.

Rekomendasi Berita