Bag Charm Lady Alghaniy Ramaikan Tren Aksesori Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Tren aksesori anak muda di Palembang kian berwarna dengan kehadiran UMKM Bag Charm Lady Alghaniy. Usaha kreatif ini diperkenalkan kepada publik melalui program Teras UMKM RRI Pro 4 Palembang, Sabtu, 27 Desember 2025.

Bag Charm Lady Alghaniy digagas oleh Rahma Ardhia Cahyani, mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Universitas Sriwijaya. Di tengah kesibukan kuliah, Rahma konsisten mengembangkan usaha yang berangkat dari kreativitas dan kepekaan membaca tren pasar.

Nama Lady Alghaniy dipilih bukan tanpa makna. Rahma menjelaskan, nama tersebut diambil dari Asmaul Husna yang berarti Maha Kaya. “Harapannya usaha ini membawa keberkahan dan kesejahteraan, bukan hanya bagi saya tapi juga orang-orang yang terlibat,” ujar Rahma.

Usaha ini bermula pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Saat itu, Rahma memulai dengan memproduksi tasbih digital sebelum akhirnya beralih ke bag charm yang kini digemari kalangan muda. Keunikan Lady Alghaniy terletak pada konsep desain terbatas. Setiap bag charm dibuat dengan karakter berbeda dan tidak diproduksi ulang secara persis. “Satu desain tidak kami ulang sama persis. Jadi setiap produk terasa lebih personal,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas, Rahma menggunakan manik dan figur impor sebagai bahan utama. Ia menilai pemilihan bahan menjadi faktor penting agar produk tampil eksklusif dan tahan lama. “Kami memilih bahan impor supaya hasilnya lebih awet dan punya nilai lebih,” katanya.

Pemasaran dilakukan sepenuhnya secara digital melalui TikTok, Shopee, Instagram, serta layanan pesan singkat WhatsApp. Strategi ini membuat jangkauan pasar Lady Alghaniy meluas, tidak hanya di Palembang tetapi hingga luar Pulau Sumatera.

Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah, menyesuaikan desain dan bahan yang digunakan. Rahma menegaskan konsistensi dan kemampuan mengikuti tren menjadi kunci bertahannya usaha di tengah persaingan. “Kuncinya konsisten dan peka melihat tren. Anak muda cepat berubah, jadi kita harus terus beradaptasi,” tutup Rahma.

Rekomendasi Berita