Pelaku UMKM Wajib Miliki Literasi Digital di Tengah Persaingan Pasar
- by Sabella Indah Sari
- Editor Septina Trisnawati
- 13 Jan 2026
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Literasi digital dinilai membawa banyak manfaat bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam meningkatkan daya saing dan penghasilan usaha. Literasi digital mencakup pengetahuan serta kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti perangkat komunikasi, jaringan internet, hingga platform pemasaran daring secara komprehensif.
Kemampuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi (IT) dan terus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Manfaat literasi digital ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM Kota Palangka Raya, Supeni Wirawati, yang merintis usahanya dari nol hingga kini terus berkembang. Supeni mengaku terbantu dengan penerapan digital marketing yang diperoleh melalui pendampingan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, serta dukungan perbankan melalui Bank Indonesia.
“Platform digital membuat pelaku UMKM lebih percaya diri dalam menawarkan produk usahanya, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menjangkau pasar hingga ke luar daerah,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Pengembangan, Penguatan, dan Perlindungan Usaha Mikro DPKUKMP Kota Palangka Raya, Erna Wati, mengatakan pihaknya terus membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan dalam pengembangan UMKM.
Menurutnya, salah satu bentuk sinergi tersebut adalah pembentukan grup WhatsApp sebagai pusat informasi dan komunikasi bagi pelaku UMKM.
“Kami membentuk grup WhatsApp yang menjadi wadah sinergisitas antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan. Berbagai persoalan yang dihadapi UMKM diupayakan untuk diselesaikan bersama,” katanya.
Erna menambahkan, UMKM juga sangat terbantu dengan pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee dan Gojek, baik untuk pemasaran maupun sistem pembayaran digital. Melalui pasar daring dan transaksi non-tunai, produktivitas usaha diharapkan semakin meningkat.
Pemanfaatan teknologi melalui transformasi digital dan IT secara menyeluruh diyakini mampu mendorong UMKM naik kelas, memperluas pasar, serta memperkuat perekonomian daerah di Kota Palangka Raya.