KBRN, Medan: Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus mempercepat pemulihan jaringan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Saat ini, progress pemulihan sudah di atas 95 persen untuk Sumut dan Sumbar. Namun untuk Aceh, baru sekitar 40 persen.
VP Head of Technology Circle Sumatra, Irvan Kurniawan mengatakan, untuk Sumbar saat ini hampir semuanya berhasil dipulihkan, yakni mencapai 99 persen dari 1.101 site. Sementara untuk wilayah Sumut, pemulihan sampai dengan 96 persen di daerah yang terdampak. Khusus untuk Sibolga, pemulihan sudah mencapai lebih 60 persen.
"Ini bukti nyata bahwa kami akan tetap terus melakukan perbaikan-perbaikan, dan juga melakukan recovery yang dibutuhkan untuk bisa melayani masyarakat. Serta mengakomodir semua kepentingan untuk melakukan komunikasi pada saat terjadinya bencana dan pascabencana," katanya pada acara Media Update Jaringan Andal Nataru, di Medan, Selasa (16/12/2025).
Ia menuturkan, dari tiga provinsi yang terdampak bencana di Sumatra, pemulihan jaringan di Provinsi Aceh menjadi yang paling lama. Saat ini pemulihan di Aceh baru sekitar 40 persen.
"Kita akan terus lakukan dengan berbagai macam aktivitas, baik itu menggunakan BBM dan juga dengan menambahkan baterai di setiap site yang terdampak bencana ini," ujarnya.
Irvan menyebut beberapa tantangan yang dihadapi dalam pemulihan jaringan di Aceh ini. Antara lain masalah ketersediaan power atau PLN yang terbatas. Kemudian, akses yang belum bisa dilalui karena banyak jalan yang rusak dan terhalang oleh banjir. Tantangan lainnya adalah terjadinya kelangkaan BBM pada saat terjadi bencana.
Namun saat ini kondisi perlahan-lahan mulai pulih seiring ketersediaan dan juga akses. Pihaknya juga telah melaporkan ke Komdigi, dengan kondisi sekarang dan asumsi PLN sudah pulih di beberapa area, maka recovery di Aceh bisa mencapai 73 persen.
"Kami melakukan identifikasi, dan juga dengan kondisi PLN yang on itu kita bisa mencapai di 90 persen. Dan semuanya akan mencapai 100 persen dalam kurun waktu dua minggu, setelah semua infrastrukturnya itu tersedia," ujarnya.
Sementara EVP Head of Circle Sumatra, Agus Sulistio menuturkan, untuk pemulihan jaringan di Aceh pihaknya mengerahkan hingga 100 personel untuk bekerja siang dan malam. Bahkan mereka tetap bekerja maksimal meskipun ada jembatan yang putus.
"Memang kendala-kendala yang kita hadapi itu banyak. Tapi upaya yang kita lakukan ekstra. Walaupun jembatan putus, kita berjibaku. Saya minggu lalu ke Pidie, dan teman-teman di sana bekerja maksimal untuk memastikan kita bisa menyambung kabel. Ini menyangkut risiko nyawa, tapi kita lakukan untuk merecovery jaringan," ujarnya.