Psikolog: Minim Pemahaman Picu Krisis Kesehatan Mental

RRI.CO.ID

, Malang - Pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental di Malang dinilai masih sangat minim. Kondisi ini memperparah meningkatnya kasus bunuh diri belakangan ini.


Psikolog Dian Fitriaswaty sekaligus Owner dan Founder Latanan Psikologi Keluarga: Cafe Psiskologi menyebut stigma menjadi penghambat utama masyarakat mencari bantuan. “Mereka takut dicap buruk dan dianggap aib keluarga,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Pengalaman Dian selama delapan belas tahun menunjukkan kelompok menengah bawah paling terdampak. Rasa malu membuat banyak orang menahan diri untuk datang ke psikolog.
Faktor biaya juga memunculkan anggapan layanan psikolog sulit dijangkau. “Psikolog dianggap mahal, padahal ada solusinya,” kata Dian.
Dian menjelaskan layanan kesehatan mental kini dapat diakses melalui BPJS. Ia menilai banyak psikolog bersikap fleksibel sesuai kondisi klien.
Menurutnya, lonjakan bunuh diri menandakan krisis kesehatan mental serius. Situasi ini membutuhkan gerakan bersama lintas profesi dan masyarakat.
Edukasi publik dinilai penting untuk menghapus stigma terhadap psikolog dan psikiater. “Jangan malu dan jangan ragu mencari bantuan,” tegas Dian.
Ia mengimbau masyarakat segera berkonsultasi bila muncul tanda gangguan psikologis. Langkah dini dinilai dapat mencegah dampak yang lebih fatal.

Rekomendasi Berita