Susu Kemasan: Boleh atau Tidak?

RRI.CO.ID, Malang: Pertanyaan mengenai konsumsi susu kemasan kerap muncul seiring meningkatnya pilihan produk di pasaran ritel modern nasional saat ini. Ahli gizi menyatakan susu kemasan boleh dikonsumsi dengan beberapa catatan penting untuk kesehatan jangka panjang keluarga. Susu dikenal sebagai sumber protein kalsium dan vitamin D penting bagi pertumbuhan tulang gigi anak remaja dewasa Indonesia. Kandungan gizi tersebut membantu menjaga kepadatan tulang serta mendukung kesehatan gigi optimal sepanjang siklus hidup manusia modern aktif.

“Namun pada susu kemasan konsumen perlu memperhatikan kandungan gula tambahan tersembunyi dalam produk komersial populer di pasaran Indonesia. Gula berlebih dapat meningkatkan risiko kelebihan kalori serta gangguan kesehatan metabolik bila dikonsumsi terus menerus setiap hari tanpa jeda. Ukuran porsi susu kemasan juga perlu diperhatikan agar asupan energi tetap seimbang sesuai kebutuhan usia aktivitas harian individu,” ujar Raras Budi Utami, S.ST - Nutrisionist RS Radjiman Wedidodiningrat Lawang Malang, Minggu (18/01/2026).

Susu kemasan dengan kadar gula tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan oleh anak remaja dewasa maupun lansia Indonesia. Kebiasaan tersebut dapat memicu preferensi rasa manis berlebih sejak usia dini yang berdampak pola makan tidak sehat jangka.

“Pilihan lebih baik adalah susu plain tanpa gula tambahan atau susu rendah gula untuk konsumsi harian keluarga Indonesia. Jenis susu tersebut membantu memenuhi kebutuhan gizi tanpa meningkatkan asupan gula berlebih dalam pola makan seimbang sehat berkelanjutan,” imbuhnya.

Susu kemasan sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari makan atau selingan bergizi seimbang harian bukan pengganti makanan utama keluarga. Menjadikan susu sebagai pengganti makanan utama dapat menyebabkan kekurangan zat gizi lain penting bagi tubuh manusia aktif seharihari.

Rekomendasi Berita