KBRN, Jayapura: Tokoh Papua sekaligus Ketua DPD PDIP Papua, Benhur Tomi Mano menyampaikan pidato akhir tahun 2025 di Jayapura dengan penekanan pada refleksi dan ajakan perbaikan. Dalam penyampaiannya, Benhur mengakui bahwa perjalanan setahun terakhir tidak berjalan sepenuhnya mulus dan masih menyisakan pekerjaan rumah di berbagai sisi kehidupan sosial.
“Tidak semua perjalanan hidup berjalan lurus dan mudah. Ada langkah yang mantap, ada langkah yang tertatih, ada kekurangan dalam pelayanan, ada kelemahan dalam kebijakan, ada kata yang mungkin melukai, dan keputusan yang mungkin belum memuaskan semua pihak,” ujar BTM, Rabu (31/12/2025).
Ia menyebut kelelahan sosial yang muncul sepanjang tahun ini tidak seharusnya diartikan sebagai kegagalan. Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan adanya kepedulian dan kemauan untuk terus memperbaiki keadaan.
“Adakalanya kita lelah, tetapi lelah bukan tanda kita kalah. Lelah adalah tanda bahwa kita masih peduli, masih mau berjuang, dan belum menyerah,” ucap BTM.
BTM juga menyinggung pentingnya sikap saling mengoreksi untuk menutup tahun 2025 dengan kondisi psikologis masyarakat yang lebih stabil. Ia mengajak warga melepaskan beban konflik pribadi maupun sosial yang tertinggal.
“Kita menutup tahun ini dengan hati yang lapang. Bukan dengan menyimpan dendam, bukan dengan memperbesar perbedaan, tetapi dengan kesediaan untuk saling memaafkan dan saling memperbaiki,” kata BTM.
Dalam bagian lain pidatonya, Benhur mengingatkan bahwa pembangunan sosial tidak selalu ditentukan oleh pihak yang paling vokal, melainkan oleh mereka yang bekerja konsisten dalam keseharian. Ia menyinggung perlunya keteladanan, bukan sekadar pernyataan.
“Kita membutuhkan lebih banyak kejujuran daripada kemarahan. Lebih banyak keteladanan daripada janji. Lebih banyak kepedulian daripada kepentingan pribadi,” kata dia.
Menjelang tahun 2026, Benhur mengajak masyarakat Papua untuk masuk dengan orientasi kerja yang realistis dan dapat dirasakan, bukan berdasarkan euforia. Ia menyebut masa depan dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Masa depan tidak dibangun dalam satu malam, tetapi dari doa yang tidak putus, dari kerja yang jujur, dan dari hati yang tidak kehilangan kasih,” ujar BTM.