Menhut Tegaskan Indonesia Komitmen Lindungi Hutan Tropis Dunia

KBRN, Jakarta : Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan, Indonesia menegaskan komitmennya dalam perlindungan hutan tropis dunia. Hal itu dilakukan melalui partisipasi aktif, di Tropical Forest Forever Facility (TFFF).

Sikap tegas Presiden Prabowo Subianto disampaikan langsung, oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam Climate Summit di Belem, Brasil.

“Pidato Pak Hashim Djojohadikusumo, sebagai Utusan Khusus bidang Perubahan Iklim dan Energi, menegaskan komitmen Pak Presiden Prabowo Subianto kepada dunia, bahwa Indonesia akan selalu bekerjasama dengan bangsa-bangsa, yang menyepakati kerjasama untuk bersama-sama secara multilateral, untuk melindungi bumi kita,” ujar Menhut Raja Antoni di Belem, Brasil, Kamis (6/11/2025).

Lebih lanjut, Menhut menyatakan Prabowo menegaskan posisi Indonesia, untuk tetap berpegang pada Paris Agreement. Serta norma-norma internasional, dalam menghadapi krisis iklim secara kolektif.

Selain itu, Raja Antoni mengatakan Prabowo juga mengumumkan, Indonesia tidak hanya bergabung dalam inisiatif TFFF, tetapi juga siap berinvestasi sebesar USD 1 Milyar, dengan kontribusi yang setara seperti Brasil. Hal itu merupakan sebuah langkah berani yang menempatkan Indonesia, sejajar dengan negara-negara penggagas utama perlindungan hutan tropis dunia.

“Pak Prabowo juga memberikan pengumuman kepada dunia, bahwa Indonesia tidak hanya bergabung kepada TFFF, Tropical Forest Forever Facility. Tetapi Indonesia juga siap chip in, membayar biaya investasi, yang sama besarnya dengan apa yang dikeluarkan oleh Brasil,” kata Menhut.

“Ini juga menunjukkan sebagai negara berkembang, dan sekaligus negara yang memiliki hutan tropis terbesar, kita bicara pada negara-negara maju dan seluruh belahan dunia lainnya, kita tidak hanya memiliki hutan. Tapi juga secara aktif terlibat, dalam mencari mekanisme perlindungan terhadap hutan tropis kita,” tambahnya.

Selain itu, Menhut menyebut, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia menunjukkan wibawa, dan kredibilitas di dunia internasional. Yakni dengan aksi mitigasi nyata, terhadap global warming dan climate change.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, menjadi penggagas utama Tropical Forests Forever Facility (TFFF), sebuah inisiatif pendanaan global, untuk melindungi hutan tropis di lebih dari 70 negara. Dalam forum pra-COP30 di Belem, Lula mengumumkan investasi awal, sebesar USD 1 miliar dari Brasil, menjadikannya negara pertama yang berkontribusi pada fasilitas tersebut.

Brasil menempatkan diri sebagai pemimpin global dalam perlindungan hutan tropis, dengan mekanisme TFFF. Mereka juga menyalurkan sebagian dana, langsung ke masyarakat adat dan komunitas lokal.

Dalam COP30 UNFCCC, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, menjadi salah seorang delegasi Indonesia, yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto, mendampingi Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. Di COP30, Kementerian Kehutanan mengkampanyekan "Indonesia: From Rainforest to Global Carbon Hub and Marketplace“ (Indonesia: dari Hutan Hujan Menjadi Pusat dan Pasar Karbon Global).

Hal itu menyambut terobosan Presiden Prabowo Subianto, yang baru-baru ini menerbitkan Perpres 110/2025, tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon, dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Hal itu menegaskan kesiapan Indonesia dalam perdagangan karbon internasional.

Rekomendasi Berita