Unjuk Rasa, Warga Perumahan JGC Tanam Pohon Pisang

RRI.CO.ID, Jakarta - Puluhan warga perumahan Jakarta Garden City (JGC) menggelar aksi unjuk rasa di depan Sales Gallery JGC, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (17/1/2026). Dari pengamatan RRI Jakarta di lokasi, unjuk rasa tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

Puluhan warga yang berdemo berasal dari tiga klaster di JGC, yakni Shinano, Savoi, dan Mahakam. Mereka kompak mengenakan kaus berwarna putih dan celana jeans biru. Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan kepada pengelola kawasan.

Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC Jakarta Timur, Wahyu mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur kawasan dan persoalan lingkungan yang dinilai belum ditangani optimal oleh pengembang. Dalam orasinya, Wahyu meminta agar jalan di kawasan JGC diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta agar perawatannya bisa lebih optimal.

"Serahkan jalan kepada Pemda. Jalan berlubang dan seperti off road," kata Wahyu di lokasi, Sabtu, 17 Januari 2026.

Sebagai bentuk protes simbolik, warga juga menanam tiga pohon pisang di jalan berlubang yang berada di depan AEON Mall. Selain persoalan jalan rusak, warga menuntut agar pengembang JGC tidak lepas tangan terhadap dampak keberadaan pabrik pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.

Menanggapi aksi tersebut, perwakilan pengelola JGC, Andhika, mengatakan bahwa sebelum unjuk rasa dilakukan, sebenarnya telah ada kesepakatan antara warga dan pihak pengembang.

"Tiga tuntutan yang mereka suarakan itu sudah clear sebenarnya," kata Andhika di lokasi yang sama.

Andika menjelaskan, tuntutan pertama terkait perbaikan jalan telah diinformasikan kepada warga dan dijadwalkan akan dilakukan pada Juni 2026. Bahkan, sebelum jadwal tersebut, pihak pengembang mengklaim telah melakukan penambalan pada sejumlah titik jalan berlubang, meski belum secara menyeluruh.

Terkait tuntutan ketiga mengenai RDF Rorotan, pihak pengembang mengaku tidak memiliki kewenangan penuh untuk menangani persoalan tersebut karena fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Rekomendasi Berita