Super Flu Menghebohkan, Kemenkes Ungkap Faktanya
- by Admin Pusat Test
- Editor
- 15 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
BELAKANGAN ini publik sangat dihebohkan dengan kemunculan super flu yang ramai dialami sejumlah masyarakat Indonesia. Isu tersebut memicu kekhawatiran publik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Super Flu bukanlah virus baru, melainkan virus lama dan tidak sebanding dengan ancaman COVID-19. Perbedaan yang mendasar antara COVID-19 dengan Influenza terletak pada kesiapan sistem imun dari manusia.
“Ini bukan virus baru seperti COVID-19, ini (Super Flu) sudah beredar dan sudah tahunan. Kalau COVID itu virus baru, imun sistem kita enggak siap, sehingga kemungkinan meninggalnya besar, tetapi yang ini sudah lama, tubuh kita seharusnya bisa mengatasi,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Karena itu, Kemenkes meminta kepada masyarakat untuk tidak bereaksi secara berlebihan. Pasalnya, kepanikan justru bisa menimbulkan dampak sosial dan kesehatan yang tidak perlu.
Budi menjelaskan, karakteristik virus Influenza saat ini menunjukkan tingkat penularan yang tinggi, namun tingkat kematiannya sangat rendah. “Yang tinggi itu penyebarannya, tapi tingkat kematiannya rendah sekali,” ucap Budi.
Ia menjelaskan fenomena secara ilmiah di balik evolusi virus tersebut. Menurutnya, virus secara alami akan bermutasi menjadi lebih lemah agar bisa bertahan hidup lebih lama di tubuh manusia.
“Virus itu kalau tingkat kematiannya tinggi, biasanya penyebarannya lamban, karena virus juga butuh inang untuk hidup. Kalau inangnya cepat meninggal, virusnya ikut mati,” ujarnya.

Virus influenza H3N2 yang kini terdeteksi, khususnya subclade K, disebut memiliki pola serupa. Virus ini juga cepat menyebar, namun relatif ringan.