Tiga Arah Utama Pembangunan Kelautan dan Perikanan Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Arah utama pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo adalah

Inclusifishing untuk pemberdayaan dan peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan PAD dengan menjaga tren pertumbuhan, serta pengembangan blue economy yang mencakup penguatan konservasi, tata kelola, kota pesisir (coastal cities), Kampung Nelayan Merah Putih, wisata bahari, hingga blue carbon.

Selain itu DKP juga menekankan pentingnya peta spasial kelautan dan perikanan, swasembada benih, penguatan sistem rantai dingin (cold chain), serta kajian efektivitas penangkapan ikan di wilayah kewenangan provinsi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo Aryanto Husain saat memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2026 pada Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat diikuti oleh pejabat administrator, pengawas, serta fungsional teknis sebagai forum awal sebelum pembahasan tematik dan pendalaman program.

"Kami juga mendorong pengembangan ICN (Integrated Coastal Network), penyusunan probis pabrik es dan SPBUN, serta kajian penguatan UPTD Balai Pengembangan Pengujian Mutu Diversifikasi Produk Perikanan yang dapat dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Aryanto.

Menurutnya, keterbatasan anggaran harus dijawab dengan konsep, probis, dan proposal yang kuat sebagai peluang penambahan dukungan anggaran.

Aryanto mengajak seluruh jajaran DKP untuk terus berinovasi sejalan dengan konsep AGROMARITIM yang diusung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, aktif menyumbangkan ide dan gagasan, bekerja secara profesional sesuai peran masing-masing, menjaga loyalitas, serta menyelesaikan tugas tepat waktu demi tercapainya kinerja organisasi yang optimal. (mcgorontaloprov/yanto)

Rekomendasi Berita