PAD Labkesda Gorontalo Lampaui Target, Tembus Rp913 Juta

KBRN, Gorontalo - Kinerja unit pelayanan laboratorium kesehatan di Gorontalo menunjukkan tren positif dengan mencatatkan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi daerah.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) pada tahun 2025 berhasil melampaui target.

Dari target yang ditetapkan sejumlah Rp600 juta, PAD Labkesda berhasil direalisasikan hingga mencapai Rp913.843.300.

Pencapaian itu disampaikan Anang dalam briefing bersama jajaran Dinkes P2KB, Senin (12/1/2026).

“Alhamdulillah, capaian PAD UPTD Labkesda tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim serta sinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Anang mengatakan, peningkatan PAD tersebut didorong oleh dua faktor utama. Pertama, adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan untuk layanan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Kedua, adanya peningkatan permintaan layanan pengujian kualitas air dan makanan dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Layanan pengujian ini turut mendukung program Survei Lingkungan Hidup Sehat (SLHS) dan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Labkesda Provinsi Gorontalo, Abdul Razak Olii, menyatakan target yang lebih ambisius untuk tahun 2026.

Labkesda menargetkan PAD dapat menembus angka lebih dari Rp1 miliar. Target ini akan didukung dengan rencana penambahan layanan strategis, salah satunya pemeriksaan HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks.

“Target ini didukung dengan rencana penambahan layanan strategis seperti pemeriksaan HPV DNA untuk deteksi kanker serviks,” kata 0 Razak.

Ia mengatakan, realisasi pengadaan alat PCR dan CLIA dari Kementerian Kesehatan akan semakin memperkuat kapasitas lokal. Dengan alat tersebut, pemeriksaan Surveilans Hepatitis dan HIV (SHK) serta TBC paru yang selama ini dirujuk ke Makassar dan Manado, ke depan dapat dilakukan di Gorontalo.

Lebih jauh, Razak memaparkan peta jalan pengembangan Labkesda untuk tahun 2027 melalui usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Rencananya, akan dilakukan pembangunan lanjutan lantai dua untuk pengembangan Laboratorium Vektor dan Laboratorium Udara, khususnya untuk pengujian kualitas udara. Seluruh kebutuhan peralatan pendukungnya telah diusulkan melalui sistem InFuls Kementerian Kesehatan.

Labkesda sendiri saat ini telah berpindah ke kantor baru di Jalan Sultan Amay, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Masyarakat dapat mengakses layanan melalui nomor WhatsApp +62 852-1529-6996.(mcgorontaloprov/md/ilb/nancy)

Rekomendasi Berita