KBRN, Bandung: Platform X berupaya mempertahankan merek Twitter meski telah mengganti nama dan identitas merek secara resmi. Langkah ini terungkap setelah laporan dari TechCrunch menyebut ketentuan layanan kembali mencantumkan nama Twitter secara resmi di perusahaan tersebut.
Upaya tersebut muncul bersamaan dengan tantangan hukum dari startup Operation Bluebird terkait merek Twitter. Startup tersebut didirikan mantan penasihat hukum Twitter, Stephen Coates dengan rencana mengambil alih identitas merek tersebut.
Baca juga:Kemkomdigi Umumkan Arah Pembangunan Digital Indonesia Oleh
Operation Bluebird menilai X telah menghapus merek Twitter dan Tweet dari produk serta pemasaran resmi perusahaan. Mereka berniat mendaftarkan ulang merek itu untuk layanan baru termasuk platform media sosial digital sendiri mereka.
Elon Musk sebelumnya secara terbuka menyatakan akan meninggalkan nama Twitter dan logo burung ikonik setelah mengakuisisi perusahaan tersebut pada 2022. Namun satu peninggalan Twitter masih bertahan karena domain Twitter.com tetap mengalihkan pengguna ke X.com hingga saat ini.
Ketentuan layanan terbaru menegaskan pengguna dilarang memakai nama atau merek X maupun Twitter secara bebas tanpa izin. Di tengah sengketa ini Operation Bluebird mengklaim ratusan ribu orang mendaftar platform barunya sebagai pengguna awal.