Pemerintah Sarawak Dukung Konektivitas Borneo dan IKN

KBRN, Entikong: Pemerintah Sarawak, Malaysia, menyatakan kesiapan mendukung pembangunan di Pulau Kalimantan sekaligus menyambut pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kerja sama konektivitas lintas negara di kawasan Borneo.

Komitmen itu disampaikan Menteri Perhubungan Sarawak, Datok Lee Kim Shin, sebagai bagian dari rencana pembangunan Sarawak tahun 2026. Fokus kerja sama diarahkan pada peningkatan akses transportasi udara, darat, dan laut Indonesia–Malaysia.

Lee Kim Shin mengatakan, penguatan konektivitas menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Borneo. Kerja sama ini juga dinilai strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan arus perdagangan lintas negara.

“Pembangunan konektivitas Borneo telah kami masukkan dalam master plan Sarawak 2026, termasuk pembukaan jalur penerbangan dan trayek transportasi lintas negara,” ungkap Lee Kim Shin, Selasa (16/12/2025).

Menteri Perhubungan Sarawak, Lee Kim Shin didampingi Konjen RI-Kuching Abdullah Zulkifli memberikan keterangan pers terkait dukungan pembangunan kawasan borneo. Foto: RRI/Rangga

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Kesepakatan itu menekankan pentingnya sinergi pembangunan regional untuk kawasan Kalimantan Indonesia dengan Sarawak Malaysia.

Selain jalur udara, Sarawak juga mendorong penambahan trayek transportasi darat serta peningkatan akses perdagangan laut melalui pelabuhan. Langkah ini diharapkan memperkuat rantai logistik dan konektivitas ekonomi kawasan.

“Penguatan jalur perdagangan laut dan akses pelabuhan akan membuka peluang ekonomi baru bagi kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Ditambahkan Lee Pemerintah Sarawak menargetkan pada tahun 2026 dibukanya jalur penerbangan baru yang terkoneksi langsung dengan kawasan IKN. Konektivitas ini diharapkan mempercepat integrasi pembangunan Borneo sebagai kawasan pertumbuhan baru di Asia Tenggara.

Rekomendasi Berita