Harga Emas Meroket, Kali Ini Dipicu Perang Dagang
- by Magdalena Krisnawati
- Editor Tegar
- 19 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Harga emas dunia diperkirakan masih akan naik karena pengaruh gejolak global. Hari ini, dikutip dari platform harga emas.org, harga emas dunia di level USD4.668,96 per troi ons.
Harga emas naik 72 poin dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu harga logam mulia Antam sudah menembus Rp2.703.000 per gram, naik Rp40.000 dibandingkan harga sebelumnya.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih berpotensi mengalami penguatan di level USD4.706 per troi ons. "Sedangkan logam mulia Antam diperkirakan akan mencapai Rp2.820.000 per gram pada pekan ini," ujarnya, Senin, 19 januari 2026
Baca Juga:
Awal Pekan, Rupiah Sudah Tembus Rp16.900/Dolar ASIHSG Menguat di Pembukaan, Cermati Arah PergerakannyaMenurut Ibrahim, gejolak global menjadi pemicu utama kenaikan harga emas. Utamanya isu perang dagang yang kembali memanas, kali ini antara Uni Eropa dan Tiongkok.
"Ini Eropa mengenakan tarif dumping impor produk alumina dari Tiongkok sebesar 88,7 persen hingga 110,6 persen. Langkah Ini Eropa itu kemungkinan akan mendapat balasan dari Tiongkok," kata Ibrahim.
Di sisi lain, Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 20 persen terhadap Eropa jika tidak menyerahkan Greenland. Selain persoalan Greenland, Eropa juga masih menghadapi konflik Rusia-Ukraina yang berlanjut.
Presiden Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25 persen pada negara yang berdagang dengan Iran. Ancaman itu dilontarkan Trump menyusul ambisinya yang gagal menumbangkan pemerintah yang sah di Iran.
Sementara itu, di dalam negerinya, Presiden Trump juga menghadapi sejumlah persoalan. Terutama sengketa Trump dengan bank sentral AS, the Fed.
"Pada saat yang sama, spekulasi pemangkasan suku bunga the Fed semakin menguat. Pelaku pasar memperkirakan akan terjadi pemangkasan suku bunga the Fed sekali sampai di kali mulai bulan April," kata Ibrahim.
Spekulasi mencuat mendekati masa pensiun Ketua the Fed Jerome Powell dan data terakhir kondisi tenaga kerja AS. Namun di kalangan pejabat the Fed sendiri, masih terjadi perbedaan pendapat soal prospek suku bunga.
Ibrahim juga mengatakan, gejolak global yang makin meluas membuat bank-bank sentral global semakin agresif membeli emas. Diantaranya bank sentral Tiongkok, India, Afrika Selatan, Amerika Latin dan bank-bank sentral kawasan ASEAN.
"Permintaan yang meningkat membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan. Sedangkan kenaikan harga logam mulia Antam juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang makin menguat," ujar Ibrahim menutup analisisnya.