Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Bisa Jaga Stabilitas Rupiah

KBRN, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meyakini pertumbuhan ekonomi tinggi dapat menopang stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, lanjut dia, pemerintah berupaya agar pertumbuhan ekonomi pada 2026 bisa mencapai di atas 5 persen.

"Kalau perekonomian membaik terus, seharusnya rupiah juga menguat secara otomatis," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pertumbuhan ekonomi tinggi akan menarik modal asing masuk karena investor akan masuk ke negara yang menjanjikan demikian.

Baca juga:

Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS

Baca juga:

BI Pastikan Stabilitas Rupiah Terjaga dengan Langkah Intervensi

Menurut Menkeu, pada triwulan IV 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sebesar 5,4 persen. "Jadi pada tahun ini kita mungkin bisa tumbuh ke arah 6 persen," ucapnya.

Menkeu meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan modal asing akan masuk. "Jadi Anda tidak usah takut, orang Indonesia yang membelanjakan uangnya di luar negeri akan kembali ke sini," ujarnya.

Apalagi, lanjut Purbaya, orang Indonesia tidak bisa berbisnis di luar negeri karena tidak bisa bersaing secara sehat. Semakin banyak aliran masuk modal asing ke Indonesia, maka posisi rupiah akan kuat.

Terkait prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyampaikan sejumlah syarat. "Pertama, belanja pemerintah harus lebih optimal," ujarnya.

Kemudian daya beli masyarakat harus terjaga melalui bantuan pemerintah dan stabilitas harga. "Harga kebutuhan pokok masyarakat harus dijaga jangan sampai merangkak naik karena itu juga bagian dari daya beli," ujarnya.

Yang ketiga adalah investasi dan dunia usaha sebagai mesin ekonomi harus dijaga agar semakin menggeliat. "Salah satunya dengan menjaga kepastian untuk berbisnis agar iklim ekonomi selalu kondusif," kata Mari.

Rekomendasi Berita