Rupiah Bangkit Hari Ini, Menguat terhadap Dolar AS

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah akhirnya menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.00 WIB, rupiah menguat 0,09 persen atau 13 poin menjadi Rp16.863 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, rupiah melemah 0,13 persen atau 22 poin menjadi Rp16.877 per dolar AS. "Hari ini nilai tukar rupiah kemungkinan berbalik menguat ke posisi Rp16.820 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga:

Nilai Tukar Rupiah Makin Tertekan ke Rp16.877/Dolar AS
Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS

Meski demikian, rupiah masih menghadapi risiko mengingat indeks dolar AS juga masih menguat. Hari ini, indeks dolar AS naik ke level 99,22.

Menurut Fikri, faktor eksternal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah adalah data inflasi Amerika Serikat bulan Desember 2025. Biro Statistik AS mencatat inflasi umum pada Desember 2025 sebesar 2,7 persen secara tahunan.

Sedangkan inflasi inti AS pada Desember 2025, sebesar 2,6 persen, lebih rendah dari perkiraan 2,7 persen. Dengan tingkat inflasi yang masih di atas 2 persen, the Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga.

Di dalam negeri, suksesnya penerbitan global bond Indonesia pada Selasa kemarin, ikut menopang penguatan rupiah. "Global Bond Indonesia berhasil mengumpulkan dana mencapai USD2,7 miliar," ucap Fikri.

Sementara itu, tambah Fikri, lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) juga membukukan permintaan (incoming bids) yang cukup baik. Hasil lelang mencapai Rp5 triliun.

Di pasar saham, aliran masuk modal asing berlanjut. Pada Selasa kemarin, terjadi net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp9 triliun.







Rekomendasi Berita