Kabupaten Agam Beralih ke Masa Peralihan Darurat

KBRN, AGAM: Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam yang dipusatkan di Aula Utama Kantor Bupati Agam, Senin (5/1/2026).

Rapat ini dihadiri langsung oleh Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt Tan Batuah, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Ketua DPRD Kabupaten Agam H. Ilham, Sekretaris Daerah Mhd. Luthfi AR, serta unsur Forkopimda, di antaranya Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, S.I.P., Kapolres Agam AKBP Muari, S.I.K., M.M., M.H., dan Kejaksaan Negeri Agam, kepala OPD, staf ahli, serta camat se-Kabupaten Agam.

Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan tanggap darurat selama 14 hari terakhir sekaligus menetapkan status kebencanaan selanjutnya. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur terkait, status tanggap darurat resmi diakhiri dan Kabupaten Agam memasuki masa peralihan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hingga 5 Januari 2026, bencana alam yang melanda Kabupaten Agam telah menimbulkan dampak signifikan, baik dari sisi kemanusiaan maupun kerusakan infrastruktur.

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 165 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Korban tersebar di sejumlah kecamatan, yakni di Kecamatan Malalak sebanyak 16 orang, Kecamatan Matur 1 orang, Kecamatan Tanjung Raya 10 orang, Kecamatan Palupuh 1 orang, Kecamatan Palembayan 136 orang, serta Kecamatan Ampek Nagari sebanyak 101 orang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan sebanyak 3.246 jiwa mengungsi, baik ke fasilitas umum seperti masjid maupun ke rumah sanak saudara. Kerugian pascabencana diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,5 triliun, dengan total 1.729 unit rumah dilaporkan rusak berat, hanyut, atau berada dalam kondisi terancam. Seluruh data kerusakan tersebut saat ini masih dalam tahap verifikasi dan validasi lapangan oleh tim teknis terkait.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan bahwa pelayanan dasar kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, termasuk sektor pendidikan, pemenuhan logistik, dan infrastruktur dasar.

Disamping itu, Camat Palembayan dalam laporannya menyampaikan bahwa proses pencarian dan pendataan kemungkinan korban yang masih tertinggal akibat galodo terus dilakukan secara intensif. Ia juga melaporkan bahwa aktivitas pendidikan telah kembali berjalan.


“Kegiatan belajar mengajar sudah mulai dilaksanakan, salah satunya di SD Negeri 05 Kayu Pasak. Namun masih diterapkan sistem pembagian shift dan metode gabungan karena beberapa ruang kelas terdampak longsor,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Matur melaporkan bahwa sebanyak 30 jiwa dari Nagari Matua Mudiak, Jorong Kuok, Dusun Guguak Ladang Tinggi telah dievakuasi ke kawasan Kelok 43 karena wilayah tempat tinggal mereka masuk dalam zona merah rawan bencana.

“Kami telah menyiapkan dapur umum dan memastikan kebutuhan logistik warga terdampak tetap terpenuhi,” kata Camat Matur.

Camat Malalak juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di wilayahnya, terutama terkait infrastruktur.

“Kami sangat membutuhkan percepatan penanganan Jembatan Taratak, serta alat berat untuk membuka kembali aliran irigasi Banda Gadang di Jorong Sigiran dan Koto Andaleh. Irigasi ini sangat vital bagi aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Agam saat ini tengah mempersiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) di lima kecamatan terdampak, yakni Palembayan, Ampek Koto, Malalak, Palupuh, dan Tanjung Raya, dengan sejumlah titik lokasi yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung percepatan pembersihan material bencana dan pembukaan akses wilayah, dibutuhkan sebanyak 63 unit alat berat berupa excavator dan dump truck.

Kemudian, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal juga menegaskan bahwa sinergi dan kerja bersama menjadi kunci utama dalam proses pemulihan daerah. Ia juga menargetkan agar pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan, sehingga masyarakat terdampak dapat menjalani ibadah dengan lebih aman dan nyaman.

Penutup, Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt Tan Batuah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, OPD terkait, relawan, hingga masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah dalam penanganan bencana ini. Kerja keras dan kebersamaan inilah yang menjadi modal utama kita untuk bangkit,” ungkap Bupati.

Dengan ditetapkannya masa peralihan darurat, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk melanjutkan pemulihan secara bertahap, memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan, serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di seluruh wilayah terdampak bencana.

Rekomendasi Berita