Ciri-Ciri Bahwa Korupsi Sudah Mendarah Daging
- by Mariamy.Penyiar
- Editor Yudi Prama Agustino
- 14 Des 2025
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Korupsi bukan lagi sekadar kejahatan individu, tetapi bisa berubah menjadi budaya yang mengakar. Ketika praktik ini berlangsung lama dan terus dibiarkan, korupsi menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Inilah tanda paling berbahaya dalam kehidupan berbangsa.
Ciri pertama adalah
korupsi dianggap hal biasa. Masyarakat mulai memaklumi praktik suap, gratifikasi, atau “uang terima kasih”. Ketika pelanggaran hukum tak lagi menimbulkan rasa malu, korupsi telah menguasai nurani.Ciri kedua,
pelaku korupsi masih dihormati. Seseorang yang tersandung kasus korupsi tetap diperlakukan sebagai tokoh terpandang. Bahkan, tidak jarang mereka masih diberi jabatan atau panggung publik.Ciri ketiga adalah
hukum tidak menimbulkan efek jera. Hukuman ringan, remisi mudah, dan fasilitas mewah bagi koruptor menandakan sistem hukum telah tumpul. Korupsi pun menjadi risiko yang dianggap layak diambil.Ciri berikutnya,
jabatan dipandang sebagai ladang keuntungan. Ketika seseorang masuk ke posisi publik bukan untuk melayani, tetapi untuk “balik modal”, maka korupsi telah menjadi tujuan tersembunyi dari kekuasaan.Korupsi yang mendarah daging juga terlihat dari
sistem yang rumit dan tidak transparan. Prosedur berbelit sering sengaja diciptakan agar suap menjadi jalan pintas. Ketidakjelasan ini menjadi ruang subur bagi penyimpangan.Ciri lainnya adalah
mentalitas pembenaran massal. Kalimat seperti “yang penting dapat bagian” atau “semua juga begitu” menjadi justifikasi sosial. Rasa bersalah perlahan menghilang, digantikan logika untung-rugi.Ketika
pendidikan integritas lemah, korupsi semakin sulit diberantas. Generasi muda tumbuh melihat ketidakjujuran sebagai strategi bertahan hidup. Nilai moral kalah oleh contoh buruk dari orang dewasa.Ciri selanjutnya adalah
ketakutan melapor. Masyarakat enggan melawan karena takut tekanan, ancaman, atau tidak percaya pada perlindungan hukum. Keheningan publik menjadi pelindung utama korupsi.Korupsi yang sudah mendarah daging juga ditandai oleh
ketimpangan sosial yang terus melebar. Sumber daya negara tidak lagi dinikmati bersama, melainkan terkonsentrasi pada segelintir elite.Ketika korupsi sudah menjadi kebiasaan, negara berada di jalur berbahaya. Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penangkapan, tetapi harus dimulai dari perubahan budaya, sistem, dan keberanian kolektif untuk berkata tidak. (AMY/YPA)