Bertemu Presiden Prabowo,Bupati Biak Numfor Sampaikan 2 Hal

KBRN,Biak: Sebanyak enam gubernur di Papua dan 42 Bupati Walikota se-Papua bertemu Presiden RI Prabowo Subianto  di Istana negara,Selasao (16/12/2025).Selain para kepala daerah tersebut,dihadiri pula sejumlah menteri serta jajaran Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua 

Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra saat dihubungi Rabu (17/12/2025) siang menyebut pertemuan tersebut sebagai hal yang istimewa dan pertama kali dilakukan kepala negara dengan mengundang secara resmi,khusus kepada  kepala daerah se-Papua

Foto: Dok.Istana Presiden


"Pertemuan istimewa yang terjadi kemarin karena untuk pertama kalinya kami dari Papua diberi kesempatan dengan Bapak Presiden Prabowo untuk bertemu dan mendengar arahan beliau terkait percepatan pembangunan Papua 2025-2030 dan begitu banyak hal prinsip yang disampaikan pada  pertemuan tersebut yang kaitannya dengan program-program  nasional,"ujar Bupati

"Pada pertemuan itu disampaikan beberapa usul saran dari para kepala daerah kepada Bapak Presiden,"ucapnya

Bupati Markus menambahkan pada  kesempatan itu menyampaikan sejumlah hal penting untuk Kabupaten Biak Numfor maupun wilayah adat Saireri

" Sebagai Ketua Asosiasi Bupati di Wilayah Adat Saireri,kami menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo terkait aspirasi untuk pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Kepulauan Papua Utara,dan beliau cukup merespon positif,"ujar Markus

"Selain itu kami menyampaikan tentang investasi perikanan yang telah berjalan selama ini di Papua lebih pada pengambilan bahan baku saja sedangkan pengolahannya dilakukan di tempat lain sehingga kami berharap investasi yang masuk di Papua adalah investasi pengolahan,"ucapnya

Markus Mansnembra menyebut untuk Kabupaten Biak Numfor dari jumlah 6 investasi di sektor perikanan,semuanya hanya melakukan penangkapan ikan di Wilayah  Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 717 dan hasil tangkapan dibawa keluar Biak,selanjutnya diolah di daerah lain 

"Investasi di sektor perikanan di Biak Numfor ada 6 tetapi hanya untuk penangkapan saja, sedangkan pengolahannya di daerah lain, contohnya di Bitung ,tentu kami berharap adanya perubahan kebijakan terkait hal tersebut,jadi harus ada investasi pengelolaan di Biak,maka otomatis akan ada pabrik pengalengan dan akan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat yang belum mendapat pekerjaan,"ujar Bupati Markus dengan tegas.

Pada kesempatan itu juga disampaikan Bupati Supiori tentang status bandara Frans Kaisiepo Biak yang sangat penting mendukung konektivitas bagi Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori

Saran,pendapat dan harapan yang disampaikan,mendapat respon positif Presiden Prabowo dengan meminta para menteri untuk memperhatikan hal-hal tersebut.

Bupati Markus Mansnembra menambahkan sebelumnya telah dilakukan pertemuan  6 Gubernur dan 42 Bupati/Walikota se-Papua dengan  Bappenas 

"Sebelumnya para kepala daerah melakukan pertemuan di Bappenas terkait dengan telah dikeluarkannya satu dokumen atau semacam "Blue Print" tentang rencana aksi percepatan Papua (RAPP)dan telah diserahkan kemarin untuk menjadi sebuah dokumen dasar kedepan bisa secara bertahap mendorong berbagai program yang bisa dilaksanakan di Papua selama 2025-2030,"ujar Bupati

"Adapula ruang evaluasi yang dapat kita lakukan sesuai dengan kondisi yang ada,"ucapnya

Bupati berharap dengan komunikasi yang cukup erat pada pertemuan kepala daerah se-Papua dengan orang nomor satu di Indonesia itu memberikan secercah harapan bagi tanah Papua tercinta

Rekomendasi Berita