Terapi Pulihkan Diri, Audi Kini Bidik Emas APG

RRI.CO.ID, Nakhon Ratchasima - Theodora Audi Ayudia Vereli kini berdiri tegak menantang dunia melalui busur panahnya di Thailand. Srikandi kebanggaan bangsa ini memulai debutnya pada ajang bergengsi ASEAN Para Games (APG), Minggu, 18 Januari 2026.

Perjalanan karier sang atlet ini bermula dari sebuah musibah kecelakaan besar saat usia remaja. Takdir hidupnya berubah total ketika peristiwa nahas tersebut merenggut kemampuan gerak pada kedua kakinya.

Cedera serius pada tulang belakang serta leher menyebabkan goresan saraf yang berujung pada kelumpuhan permanen. Kondisi fisik tersebut memaksa Audi untuk menata ulang harapan hidupnya yang sempat hancur berantakan.

"Kenapa aku bisa difabel? Jadi waktu umur 17 aku kecelakaan waktu itu. Aku duduk di belakang, tidak safety juga sih, aku duduk di belakang dengan telentang dan dari belakang ada bis yang menabrak," ucap Theodora Audi Ayudia Vereli, Atlet Para Panahan Nasional Indonesia.

Aktivitas memanah awalnya hanyalah sebuah media terapi untuk memulihkan otot lengan yang didiagnosis lemah. Sang ibunda tercinta memainkan peran krusial dalam menemukan lokasi latihan yang tepat bagi putrinya.

Audi tidak pernah menyangka bahwa musibah masa lalu justru mengantarkannya pada jalan kemuliaan saat ini. Ujian berat tersebut kini berbuah manis menjadi identitas baru yang penuh dengan prestasi membanggakan.

"Awalnya yang cuman coba-coba untuk terapi untuk menguatkan tangan karena waktu itu tangan lemah, malah sekarang menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi aku, bagi negara, bagi orang tua, bagi keluarga yang di rumah juga. Jadi terapi ini menjadi prestasi yang membanggakan," kata Audi.

Tim pelatih terus melakukan persiapan teknis secara matang di Vongchavalitkul University wilayah Nakhon Ratchasima hari ini. Berbagai simulasi mandiri harus segera diselesaikan demi menjaga kebugaran fisik berada pada level performa puncak.

Debutan muda ini harus beradaptasi cepat dengan kondisi lapangan pertandingan yang cukup berangin dan berpasir. Ia bertekad menaklukkan segala rintangan teknis demi mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga internasional.

"Tempat di sini baru juga. Aku tampil perdana di sini. Kesannya beradaptasi lagi karena tidak berumput, agak berpasir itu pengaruh, kering, terus kena ini, debu," ujar Theodora Audi.

National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) menempatkan Audi pada nomor compound wanita untuk melawan atlet negara lain. Strategi jitu telah disusun pelatih agar konsistensi skor bidikan busur tetap terjaga selama kompetisi berlangsung.

"Jadi pada November 2023 Audi langsung kami biayai, kami bawa ke event Asian Para Championship di Bangkok. Ketika di event Asian Para Championship di Bangkok, sangat mengejutkan," kata Ramest Ali Suryanegara, perwakilan tim pelatih NPCI.

"Audi mendapatkan tiket, direct ticket ke Paralympic Paris di event pertamanya. Jadi di event pertamanya Audi di luar negeri, dia langsung mendapatkan tiket paralimpik Paris," kata Ramest.

Penilaian objektif tim pelatih menunjukkan adanya lonjakan tajam pada kesadaran emosional saat berada di garis tembak. Ramest optimis srikandi merah putih ini mampu menembus batasan prestasi meskipun berhadapan dengan lawan yang berat.

"Jadi insaallah semoga Audi bisa meleset menuju prestasi yang lebih baik. Karena kebetulan kalau compound woman itu saingannya ada dari Singapura. Dia memang paralimpian dari tahun 2016 dan prestasinya sangat mumpuni," kata Ramest.

Audi menyadari sepenuhnya bahwa setiap keping medali kemenangan bukan hanya milik dirinya sendiri semata. Ada banyak sosok hebat di belakang layar yang setia memberikan dukungan tak terhingga kepadanya.

"Wah sangat, sangat. Tanpa Mamah, Papah, keluarga semua aku enggak tahu bisa sampai sini. Kalau bisa nih misal aku dapet medali nih satu, kalau bisa dibagi cuwil-cuwil maka kubagi ke mereka," ucap Audi.

Restu orang tua menjadi energi terbesar dalam menghadapi pertandingan perdananya di arena ASEAN Para Games Thailand. Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi tekad kuat untuk membela kehormatan ibu pertiwi.

Rekomendasi Berita