Beras Tampak Bersih, Kutu Beras Sudah Mengintai
- by Mia Turohmah
- Editor LN. Antonia Sinaga
- 16 Jan 2026
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah membuka wadah beras yang awalnya bersih, lalu beberapa minggu kemudian muncul kutu beras? Banyak orang mengira kutu beras datang dari udara atau muncul begitu saja. Padahal, kenyataannya jauh lebih menarik dan sedikit mengejutkan. Kutu beras tidak muncul secara tiba-tiba, rahasianya justru tersembunyi di dalam biji beras itu sendiri.
Prosesnya sudah dimulai sejak padi masih berada di sawah. Saat bulir padi masih tumbuh, induk kutu beras sudah lebih dulu meletakkan telur di permukaan biji padi atau di celah-celah kecilnya. Telur ini ukurannya sangat kecil, bahkan lebih kecil dari biji wijen, sehingga mustahil terlihat dengan mata telanjang. Ketika padi dipanen dan diolah menjadi beras, telur-telur tersebut ikut terbawa tanpa disadari.
Masalah baru muncul ketika beras disimpan di rumah. Suhu yang hangat dan adanya sedikit kelembapan di dalam wadah beras menjadi lingkungan ideal bagi telur-telur ini untuk “bangun”. Perlahan, telur menetas menjadi larva kecil yang mulai hidup dengan memakan bagian dalam beras. Dari sinilah proses pertumbuhan dimulai, tanpa kita sadari.
Seiring waktu, larva terus tumbuh hingga akhirnya berubah menjadi kutu beras dewasa yang bisa kita lihat bergerak di dalam wadah. Inilah sebabnya, meski beras terlihat bersih saat pertama dibeli, kutu tetap bisa muncul beberapa waktu kemudian. Bukan karena beras kotor, melainkan karena telur kutu sudah ada sejak awal dan baru aktif saat kondisi lingkungan mendukung.
Dengan kata lain, kutu beras adalah “tamu lama” yang tertidur. Mereka hanya menunggu waktu, suhu, dan kelembapan yang tepat untuk berkembang. Menyimpan beras di tempat kering, sejuk, dan tertutup rapat dapat membantu memperlambat proses ini. Jadi, jika suatu hari kamu menemukan kutu beras, kini kamu tahu jawabannya: mereka bukan datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam beras itu sendiri.