5 Makanan Tradisional Sumber Kolagen Alami Nusantara

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jauh sebelum kolagen hadir dalam bentuk minuman atau suplemen mahal, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah lama mengonsumsinya lewat makanan tradisional. Tanpa istilah ilmiah dan label modern, nenek moyang kita memahami satu hal penting: bagian yang direbus lama justru menyimpan manfaat paling besar.

Salah satunya adalah kolagen, protein penting untuk kesehatan kulit, sendi, dan jaringan tubuh. Berikut lima makanan tradisional Indonesia yang diam-diam menjadi sumber kolagen alami sejak dulu.

1. Pindang Tulang dan Gulai Tulang (Sumatera Selatan dan Padang)

Di Sumatera, tulang bukanlah sisa, melainkan hidangan utama. Pindang tulang dan gulai tulang dimasak dengan waktu lama hingga sumsum dan jaringan lunaknya larut. Justru di sinilah kolagen paling “mahal” berada. Rebusan panjang membuat kolagen keluar dari tulang dan tendon, menghasilkan kuah gurih yang dipercaya baik untuk sendi dan kekuatan tubuh. Zaman dulu, tanpa collagen drink, orang Sumatera rutin menikmati asupan kolagen dari sini.

2. Ceker Ayam Pedas atau Ceker Kuah. (Jawa)

Pernah bertanya kenapa ceker ayam terasa kenyal? Jawabannya bukan daging, melainkan kolagen. Ceker hampir seluruhnya terdiri dari kulit, tulang rawan, dan tendon. Semakin lama direbus, kolagennya semakin “meleleh” dan mudah diserap tubuh. Tak heran, ceker jadi favorit banyak orang, bukan hanya karena rasanya, tapi juga manfaatnya bagi kulit dan persendian.

3. Sop Kikil (Jawa)

Banyak yang mengira kikil adalah lemak, padahal sebenarnya kikil merupakan kolagen murni yang berasal dari kulit dan tendon sapi. Teksturnya yang kenyal dan licin menandakan kandungan kolagen yang tinggi. Sop kikil sejak lama dikenal sebagai makanan penguat sendi, cocok untuk mereka yang banyak bergerak atau ingin menjaga elastisitas tubuh.

4. Gulai Kepala Ikan Kakap atau Tuna (Sumatera dan Sulawesi)

Bagian kepala ikan sering disisihkan, padahal justru di sanalah tersimpan kolagen laut paling tinggi. Kulit, tulang rawan, dan jaringan di sekitar mata ikan kaya akan kolagen yang baik untuk kulit dan kesehatan jaringan tubuh. Gulai kepala ikan bukan hanya lezat, tetapi juga sumber nutrisi yang sering diremehkan.

5. Sop Kaki Kambing (Betawi)

Sop kaki kambing bukan sekadar soal stamina. Sejak dulu, hidangan ini dikenal sebagai “suplemen tradisional” untuk sendi dan kulit. Kaki kambing mengandung kolagen dari kulit, tendon, dan tulang rawan yang dilepaskan melalui proses perebusan lama. Inilah alasan kuahnya kental dan gurih alami.

Pada akhirnya, makanan tradisional Indonesia bukan sekadar warisan rasa, tapi juga warisan kesehatan. Tanpa disadari, kolagen yang kini dicari dalam kemasan modern sudah lama hadir di meja makan nusantara. Tinggal bagaimana kita kembali menghargai dan mengonsumsinya dengan bijak.

Rekomendasi Berita