Pelatihan dan Pendampingan Tingkatkan Daya Saing UMKM Bengkulu
- by Bisara Sianipar
- Editor LN. Antonia Sinaga
- 21 Jan 2026
- Bengkulu
RRI.CO.ID - Bengkulu – Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menilai pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas produk lokal. Menurutnya, tanpa pembinaan yang berkelanjutan, sulit bagi UMKM untuk bersaing dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas produk tidak hanya menyangkut rasa atau bentuk, tetapi juga kebersihan dan standar produksi.
“Pelatihan dan pendampingan itu sangat penting agar produk UMKM lebih menarik, higienis, dan memiliki kualitas yang lebih baik, karena semua itu butuh transfer ilmu yang harus dibina dari proses produksi hingga pemasaran,” ujar Erna.
Pembinaan UMKM juga dinilai perlu dilakukan secara masif, terutama di daerah dengan jumlah pelaku usaha yang besar seperti Provinsi Bengkulu. Pemerintah dipandang perlu lebih aktif menggulirkan program pelatihan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para pelaku usaha.
Bengkulu sendiri tercatat memiliki lebih dari 230 ribu UMKM yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Jumlah tersebut menjadi potensi besar sekaligus tantangan jika tidak diimbangi dengan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Erna menambahkan bahwa pelatihan UMKM harus diberikan secara komprehensif, tidak hanya soal produksi, tetapi juga mencakup pemasaran berbasis digital. Selain itu, pelaku UMKM juga perlu dibekali pemahaman tentang branding, distribusi, dan pengelolaan usaha agar lebih profesional.
Ia juga menambahkan akan bekerja sama dengan Kementerian UMKM yang merupakan mitra kerja Komisi VII DPR RI untuk menghadirkan lebih banyak program pembinaan bagi pelaku usaha.
“Program ini tidak hanya mengajarkan cara membuat produk yang efisien, tapi juga bagaimana memasarkan melalui media digital, dan kami akan bekerja sama dengan Kementerian UMKM untuk menghadirkan lebih banyak program, termasuk membantu legalitas dan akses permodalan lewat bank Himbara,” ujarnya. (Siti Nabila)