Beberapa Penyakit Berbahaya Akibat Berenang di Air Banjir

KBRN, Banda Aceh: Berenang atau bermain di air banjir berisiko tinggi terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak. Hal ini disampaikan dr. Zaki Akbar, Sp.A selaku Wakil Ketua II IDAI Cabang Aceh Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Cabang Aceh dalam dialog bersama Pro1 RRI Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025)

Air banjir umumnya tercemar berbagai kuman, bakteri, virus, hingga limbah berbahaya. Paparan langsung, terutama melalui kulit yang terluka, mata, hidung, dan mulut, dapat menyebabkan penularan sejumlah penyakit serius.

“Air banjir bukan hanya air hujan, tetapi bercampur dengan limbah rumah tangga, kotoran hewan, dan sampah yang menjadi sumber penyakit,” ujarnya.

Beberapa penyakit yang sering muncul akibat berenang di air banjir antara lain diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga leptospirosis. Dimana leptospirosis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine tikus dan dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, hingga gangguan organ jika tidak segera ditangani.

Selain itu, risiko penyakit mata seperti konjungtivitis dan infeksi telinga juga meningkat akibat air banjir yang kotor. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan karena sering bermain tanpa menyadari bahaya yang mengintai. “Banyak anak mengalami gatal-gatal, luka bernanah, hingga demam setelah bermain di air banjir,” katanya.

Pentingnya kesadaran bersama dalam mencegah dampak kesehatan pascabanjir. “Pencegahan adalah langkah terbaik agar masyarakat terhindar dari penyakit berbahaya akibat air banjir,” tuturnya.


Rekomendasi Berita