KBRN, Banda Aceh: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan setelah terjadinya bencana alam. Hal ini disampaikan dr. Zaki Akbar, Sp.A selaku Wakil Ketua II IDAI Cabang Aceh Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Cabang Aceh dalam dialog bersama Pro1 RRI Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025)
Kondisi lingkungan yang tidak sehat pascabencana dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada anak, mulai dari penyakit infeksi hingga gangguan gizi. “Anak-anak sangat rentan terkena diare, infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, serta masalah gizi akibat keterbatasan akses makanan bergizi dan air bersih,” ujarnya.
Selain gangguan fisik, IDAI Aceh juga menyoroti dampak psikologis yang sering luput dari perhatian. Dimana trauma akibat bencana dapat menyebabkan gangguan emosional pada anak, seperti kecemasan, ketakutan berlebihan, hingga perubahan perilaku. “Kesehatan mental anak pascabencana sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan perlu penanganan sejak dini,” katanya.
Keterbatasan layanan kesehatan di lokasi pengungsian turut memperbesar risiko memburuknya kondisi kesehatan anak. Oleh karena itu, IDAI Aceh mendorong adanya layanan kesehatan khusus anak di posko pengungsian, termasuk pemantauan tumbuh kembang, imunisasi lanjutan, serta edukasi bagi orang tua.
IDAI Aceh juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat, untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan kesehatan anak pascabencana. “Anak-anak adalah generasi masa depan, sehingga keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana,” tuturnya.