Korban Meninggal Banjir Aceh Bertambah 449 Jiwa

KBRN, Banda Aceh : Hingga 16 Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi mencapai 1.053 jiwa. Rinciannya, Provinsi Aceh 449 jiwa, Provinsi Sumatera Utara 360 jiwa, dan Provinsi Sumatera Barat 244 jiwa.

Sementara itu, jumlah korban hilang yang masih dalam proses pencarian kembali berkurang enam orang, sehingga totalnya menjadi 200 orang. Dari jumlah tersebut, Aceh 31 orang, Sumatera Utara 79 orang, dan Sumatera Barat 90 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam pemutakhiran data penanganan bencana banjir dan longsor Aceh, Sumut dan Sumbar di Banda Aceh, Senin (16/12/2025).

BNPB juga mencatat total pengungsi mencapai 606.040 jiwa. Pengungsi terbanyak berada di Aceh, yakni 21.201 jiwa, disusul Sumatera Utara 21.579 jiwa, dan Sumatera Barat 13.260 jiwa. Data pengungsian terus diperbarui untuk memastikan distribusi logistik dan penataan titik pengungsian terpusat terpadu.

“Pertolongan darurat sudah dihentikan karena saat ini telah memasuki fase transisi darurat ke pemulihan awal, dengan fokus pada perencanaan hunian sementara dan recovery secara umum,” ujar Abdul Muhari.

Hasil pendataan sementara menunjukkan total 106.058 unit rumah terdampak, dengan rincian rusak ringan 46.779 unit, rusak sedang 22.951 unit, dan rusak berat 36.328 unit. Data ini menjadi dasar perencanaan pembangunan hunian, baik relokasi (ex-situ) maupun pembangunan di lokasi (in-situ) untuk rumah rusak ringan dengan penataan kawasan berbasis mitigasi.

Tiga daerah dengan jumlah rumah rusak terbanyak berada di Aceh Utara (36.964 unit), Aceh Timur (18.914 unit), dan Aceh Tamiang (10.720 unit). Pemerintah pusat dan daerah menargetkan finalisasi pendataan serta identifikasi lokasi hunian sementara dan tetap rampung dalam pekan ini agar pembangunan bisa segera dipercepat.

Untuk mendukung pengungsi, distribusi logistik dari Lanud Sultan Iskandar Muda hingga pukul 14.00 WIB hari ini mencapai 20,4 ton, terdiri dari 15 sorti udara (14,7 ton) dan 1 sorti darat (5,8 ton). Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga menengah di sebagian wilayah Aceh sempat menunda beberapa penerbangan logistik.

BNPB melaporkan sejumlah akses vital mulai kembali tersambung. Jembatan Krueng Berundu telah fungsional sejak 12 Desember, sementara pembersihan sedimen ruas Kota Langsa–Kuala Timpang ditargetkan rampung 19 Desember.
Beberapa ruas lain masih dalam perbaikan, termasuk pemasangan jembatan bailey dengan target fungsional bertahap hingga akhir Desember 2025 dan sebagian Januari 2026. Jembatan krusial Kota Panton–Kota Bireuen–Lhokseumawe saat ini progres 47 persen dan diharapkan fungsional pada akhir pekan ini.

Terkait energi, distribusi LPG ke Banda Aceh, Bireuen, dan Pidie Jaya dialihkan melalui jalur laut dari Terminal LPG Lhokseumawe menuju Terminal Arun/Pirak Raya. Penambahan pasokan juga disiapkan dari Dumai, Palembang, dan Jawa, dijadwalkan tiba 20 Desember 2025. Hingga kini, 983 tabung LPG telah disalurkan, termasuk 739 tabung LPG 12 kg.

BNPB menegaskan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, memastikan logistik pengungsi terpenuhi, serta memulai pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.(*)

Rekomendasi Berita