Penanganan Infrastruktur Pascabencana di Aceh Terus Dikebut

KBRN, Banda Aceh : Pemerintah terus mempercepat penanganan darurat infrastruktur pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh. Dari total 119 ruas jalan nasional yang terdampak, sebanyak 38 ruas mengalami kerusakan pada jalur strategis Lintas Timur, Lintas Tengah dan Lintas Barat.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Fikri Afzal, menjelaskan bahwa bencana tersebut menyebabkan 16 unit jembatan nasional terputus, 171 titik longsor (termasuk 33 titik badan jalan putus atau hilang), serta 37 titik banjir.

“Dari 16 jembatan nasional yang terputus, saat ini sudah dua jembatan kembali fungsional, dan satu jembatan lagi di Lintas Timur ditargetkan dapat dibuka Kamis, 18 Desember 2025,” ujar Fikri, Selasa (16/12/2025).

Di Lintas Timur, jembatan Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, telah kembali fungsional sejak 12 Desember 2025. Sementara itu, jembatan Krueng Tingkem di Kabupaten Bireuen saat ini sedang dalam tahap pemasangan jembatan darurat oleh tim gabungan yang dibantu personel TNI Zeni.

“Pemasangan lantai dan penyiapan akses masuk jembatan darurat sedang berlangsung. Insya Allah besok selesai dan Kamis sudah bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.

Fikri menyebutkan, kerusakan terparah terjadi di Lintas Tengah yang berada di kawasan pegunungan. Akses menuju Takengon dari Lintas Timur maupun Lintas Barat masih belum sepenuhnya terbuka akibat longsor beruntun dan kerusakan badan jalan.

Namun demikian, jembatan darurat di Teupin Mane ruas penghubung Bireuen–Takengon telah operasional sejak 15 Desember 2025 dan dapat dilalui kendaraan roda empat dengan pembatasan.

“Saat ini kami bekerja dari tiga arah untuk membuka akses ke Takengon, baik dari Bireuen, arah Gempang–Pame, maupun dari Belang Kejeren ke Kota Cane. Target akses sementara ke Kota Cane dapat dibuka sebelum 31 Desember 2025,” katanya.

Untuk mendukung percepatan penanganan, BPJN Aceh mengerahkan 64 unit ekskavator, 29 wheel loader, 16 motor grader, 7 vibro roller, dan 115 dump truck yang tersebar di seluruh lintas terdampak.

Selain itu, kebutuhan jembatan darurat jenis WB juga telah dipastikan tersedia. Dari total 19 unit, sembilan unit sudah berada di lokasi dan 10 unit lainnya dalam perjalanan.

“Kita tidak bisa bekerja paralel di semua titik karena harus membuka akses awal terlebih dahulu. Tapi secara umum, ketersediaan alat berat dan material jembatan sudah mencukupi,” jelas Fikri.

Penanganan darurat ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari BPJN Aceh, BNPB, Pemerintah Daerah, hingga dukungan penuh TNI Zeni untuk percepatan pemasangan jembatan darurat.

Rekomendasi Berita