TBM Ruman Aceh Kembangkan Literasi Masyarakat

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Taman Baca Masyarakat (TBM) Ruman Aceh berawal dari kegiatan bimbingan belajar gratis yang dimulai pada tahun 2013 di kediaman keluarga pendirinya. Inisiatif sederhana ini kini berkembang menjadi salah satu pusat literasi masyarakat yang aktif mendorong budaya membaca di Aceh.

Koordinator Relawan TBM Ruman Aceh, Sabdi, menjelaskan bahwa cikal bakal Ruman Aceh dimulai dari kepedulian keluarga pendiri terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar. “Pada 2013, kami membuka bimbingan belajar gratis di rumah Kak Kiki, istri Bang Arif. Awalnya hanya untuk anak dan teman-temannya, lalu berkembang menjadi kegiatan belajar bersama untuk anak-anak sekitar,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).

Inspirasi pengembangan TBM Ruman Aceh semakin kuat setelah pendirinya, Bang Arif, melihat langsung praktik literasi komunitas Rumah Baca Gang Masjid (RBGM) di Jombang, Jawa Timur. Konsep tersebut kemudian diadaptasi dan diterapkan di Aceh sebagai upaya memperluas akses literasi masyarakat.

Sabdi menegaskan bahwa kehadiran TBM Ruman Aceh bukan dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca masyarakat, melainkan keterbatasan sarana dan faktor ekonomi. “Bukan karena masyarakat tidak mau membaca, tetapi karena akses buku terbatas dan harga buku tidak terjangkau bagi sebagian orang,” sebutnya.

Saat ini, TBM Ruman Aceh membuka layanan peminjaman buku gratis untuk anak-anak dan masyarakat umum, serta rutin menggelar kegiatan Mibara (Minggu Baca Ramai-Ramai) setiap pekan. Program ini diharapkan terus menjadi ruang aman, inklusif, dan berkelanjutan dalam menumbuhkan budaya literasi di Aceh.


Rekomendasi Berita