‘Voice Over’ Peluang Bisnis UMKM di Era Digital
- by Badral Rifqi
- Editor Mahfud Taheer
- 10 Jan 2026
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Peluang bisnis di sektor pengisi suara atau voice over (VO) kian terbuka seiring meningkatnya kebutuhan konten digital. Hal tersebut disampaikan Acha Hamzah, seorang Presenter, MC, dan Content Voice Creator, yang menilai bahwa VO kini tidak hanya dipandang sebagai hobi, tetapi juga ladang usaha yang menjanjikan.
Menurut Acha, kesadaran pelaku usaha terhadap nilai suara dalam konten pemasaran terus meningkat. “Pelan-pelan orang sudah mulai melihat bahwa ini adalah salah satu ladang bisnis. Sekarang bukan cuma makasih-makasi saja, tapi sudah ada yang nanya, berapa budget-nya?”, ujar Acha dalam Podcast Kuphie Sareng RRI Banda Aceh, Senin (5/1/2025).
Ia menegaskan, pemanfaatan VO sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah dalam penguatan UMKM. Acha mengatakan Branding produk dan jasa tidak hanya bergantung pada visual semata. “UMKM itu ngembangin branding barang jasanya sepaket, visualnya bagus, tapi kalau yang ngisi suara enggak enak didengar, videonya juga enggak ditonton,” katanya.
Acha menyebut, suara memiliki peran penting dalam menarik perhatian audiens hingga menonton konten sampai selesai. “Sering orang bilang, ‘pas dengar suaranya kok enak ya,’ akhirnya videonya ditonton sampai habis. Itu sebenarnya kekuatan branding,” ujarnya.
Ia berharap, UMKM dapat lebih mandiri dengan memanfaatkan potensi VO, termasuk menggunakan suara sendiri untuk promosi. “Minimal UMKM bisa maju tanpa harus selalu bayar VO orang lain. Ini juga bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang sangat potensial,” pungkas Acha.